Menu

Benarkah Micin atau MSG Sebabkan Kebodohan?

26 Desember 2017 | Tips kesehatan

Benarkah Micin atau MSG Sebabkan Kebodohan? – Dalam kehidupan sehari-hari, entah di dunia nyata atau dunia maya, micin seringkali dianggap penyebab kebodohan atau kelemahan berpikir seseorang. Bagaimana bisa muncul anggapan demikian? Apakah benar micin bisa menyebabkan kelambatan berpikir? Bukankah micin seringkali dikonsumsi sebagai penyedap makanan?

Berikut fakta-fakta seputar micin yang wajib diketahui !

micin-sebabkan-kebodohan

Asal Muasal Micin atau MSG

Micin atau Monosodium Glutamat yang sering dianggap berbahaya ternyata mengandung zat yang sering disebut glutamat. Glutamat ini merupakan asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh karena membantu membentuk protein. Glutamat memperkuat fungsi otak dengan membantu fokus, ingatan dan konsentrasi. Glutamat biasanya terkandung dalam tomat, jamur, kecap dan daging. Glutamat juga bisa ditemukan dalam ASI. Meskipun glutamat dalam micin tidak dihasilkan secara alami namun tetap aman dikonsumsi. Glutamat pada MSG sendiri diesktrak dari tepung tapioka ataupun batang tebu.

Meskipun demikian, micin akan berbahaya jika dikonsumsi lebih dari 6 gram per hari. Kementerian Kesehatan RI sendiri menetapkan batas aman mengkonsumsi micin sampai 5 gram perĀ  hari. Orang Indonesia rata-rata mengkonsumsi micin 0,65 gram per harinya. Jumlah tersebut di bawah batas maksimal yang ditentukan. Jadi telalu paranoid jika dibilang bisa bodoh karena konumsi micin.

Alasan Micin atau MSG dianggap penyebab kebodohan

Anggapan bahwa micin bisa bikin bodoh berawal pada tahun 1968. Ketika itu sebuah Jurnal Kesehatan New England menerbitkan surat yang isinya keluhan kesehatan seorang dokter setelah dia makan di restoran yang menyajikan Chinese Food yang terkenal sering menggunakan MSG. Setelah surat keluhan ini beredar luas, banyak orang yang berpikiran negatif dan lebih waspada terhadap MSG atau micin. Orang-orang menghindari makanan yang mengandung micin karena percaya dengan efek buruk seperti yang dikatakan oleh sang dokter.

Usut punya usut, ternyata keluhan sang dokter tersebut hanya berdasarkan perkiraaan saja. Dia mengabungkan beberapa keluhan yang sering dialami oleh masyarakat cina dan menyatakan bahwa MSG penyebabnya karena sering dikonsumsi tiap harinya. Sampai saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa micin atau MSG bisa menyebabkan kebodohan atau menurunkan fungsi otak. Banyak dokter dan ilmuan juga mempertanyakan penelitian sang dokter dan menyanggah penelitian tersebut. BPOM USA bahkan menyatakan bahwa micin termasuk jenis bahan yang aman dikonsumsi. Ketakutan terhadap MSG ini tak lain seperti dampak psikologis massal dari surat dokter.

Meskipun bukti-bukti ilmiah mengenai micin ini sudah banyak beredar, namun tetap saja banyak anak muda yang masih memilki stigma negatif terhadap micin. Padahal, makanan ringan yang dikonsumsi oleh orang-orang yang kini berusia 20-40 an tidak lepas dari MSG. Jadi, perbanyak membaca dan menyelidiki fakta ilmiah saja.

Baca juga Artikel kami lainnya tentang Penyakit ataupun Tips kesehatan lainnya :

Related For Benarkah Micin atau MSG Sebabkan Kebodohan?