Menu

Semua yang Harus Anda Ketahui Tentang Penyakit Tifus

18 Desember 2017 | Penyakit

Apa itu tifus / thypoid ?

Penyakit  Tifus seringkali disebut pula dengan sebutan Tipes di Indonesia. ini merupakan sebuah penyakit yang seringkali diderita oleh masyarakat yang tinggal di daerah berkembang dimana masih banyak minuman dan makanan yang terkontaminasi. Tifus merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang dikenal dengan nama salmonella typhi.

Saat menyerang, bakteri ini akan masuk ke dalam tubuh manusia atau lebih tepatnya di saluran pencernaan seseorang melalui minuman atau makanan yangtelah terkontaminasi oleh bakteri tersebut. Tahukah anda, seseorang yang menjadi carrier atau pembawa bakteri tifus bisa saja tak menunjukkan gejala apapun. Berikut ini adalah beberapa hal lainnya yang akan kami bagian mengenai penyakit Tifus yang semoga bisa bermanfaat untuk kita semua.

http://tanyapenyakit.com/wp-content/uploads/2017/12/3.-typus.jpg

Gejala Penyakit Tifus

Setelah mengetahui penyebabnya, hal lain yang tak kalah pentingnya untuk diketahui adalah gejala gejala yang muncul pada seseorang yang terkena penyakit tifus. Gejala tifus biasanya akan berkembang 1 hingga 3 minggu setelah seseorang terinfeksi bakteri salmonella typhi. Selanjutnya, kasus bisa berkembang menjadi penyakit tifus yang ringan atau bahkan berat.

Beberapa gejala yang biasanya muncul pada seseorang yang terangkit tipes antara laina adalah:

  • Demam tinggi berkepanjangan
  • Konsipasi atau diare
  • Rasa tidak enak badan
  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Munculnya bintik merah di dada
  • Pembesaran hati dan limfa

Jika anda menemukan gejala tersebut pada diri anda atau siapapun, ada baiknya untuk segera mendapatkan pertolongan dokter atau secara medis karena kondisi tersebut dapat saja memburuk dalam rentan waktu beberapa minggu. Jika penderita tak mendapatkan penanganan dengan baik maka komplikasi penyakit dapat saja terjadi seperti misalnya pecahnya sistem pencernaan (usus) atau pendarahan internal. Resiko tersebut pun dapat membahayakan nyawa pasien jika tak ditolong dengan tepat.

Meskipun tak Sakit Tifus, Seseorang Bisa Menularkan Penyakit Tifus

Di seluruh belahan dunia, sekitar 22 juta orang terkena penyakit tifus dan parahnya 200.000 diantaranya berakhir dengan kasus kematian. Mereka terjangkit tifus kebanyakan karena minuman atau makanan yang telah terkontaminasi oleh bakteri. Bakteri salmonella typhi penyebab tifus bahkan dapat bertahan hidup selama beberapa minggu pada selokan kering.

Carrier atau pembawa bakteri tersebut dapat terkena sakit parah (3% hingga 5% carrier, data dari WebMd). Sementara itu, penderita lainnya menderita sakit ringan dan bahkan tak menampakkan gejala apapun. Karena tu, orang dengan sakit ringan ini dapat menjadi pembawa virus tifus dalam waktu yang lama meskipun mereka tak menampakkan gejala sama sekali.

Bagaimana Cara Mempercepat Penyembuhan Penyakit Tifus

Penanganan yang tepat untuk penyakit tifus tentu saja adalah dengan memeproleh pertolongan medis. Biasanya dokter akan memberikan antibiotik untuk membunuh bakteri salmonella typhi. Antibiotik dan perawatan yang tepat ternyata cukup berhasil menekan angka kematian akibat penyakit Tifus sebesar 1% hingga 2%. Dengan pengobatan antibiotik yang tepat, maka kondisi pasien biasanya akan membaik selama kurun waktu 1 hingga 2 hari dan pemulihan membutuhkan waktu 7 hingga 10 hari lamanya.

Beberapa jenis antibiotik yang aktif membunuh bakteri salmonella typhi penyebab penyakit Tifus antara lain adalah chloramphenicol dimana ini merupakan antibiotik yang sudah digunakan selama bertahun tahun. Namun terkadang antibiotik ini diganti dengan jenis lain karena memiliki efek samping yang cukup serius (meski jarang terjadi). Karena itu, mendapatkan pertologan secara medis adalah cara yang paling tepat. Jika penyakit Tifus sudah masuk ke dalam tahap kronis, maka antibiotik yang dikonsumsi bisa bersifat jangka panjang. Terkadang bahkan kantung empedu pasien tersebutharus diangkat untuk menyembuhkan penyakit kronis tersebut.

Namun, ada juga cara untuk mempercepat penyembuhan Penyakit Tifus selain minum obat sesuai anjuran dokter, yakni dengan cara:

  • Istirahat dengan teratur
  • Makan makanan yang sehat, disajikan panas dan makanan yang dipanggang
  • Makan dengan teratur
  • Beberapa makanan yang disarankan antara lain adalah buah dan sayuran, telur matang dan produk susu yang dipasteurisasi
  • Minum banyak air putih
  • Cuci tangan dengan menggunakan air hangat dan sabun untuk menghentikan rantai penyebaran bakteri

Pada dasarnya, pola makan dan pola istirahat harus diperbaiki dimana untuk makanan dan minuman harus benar benar bersih dan matang. Selain itu, hindari membeli makanan dari luar, terutama di tempat tempat yang kurang terjaga kebersihannya.

Diagnosa Penyakit Tifus Secara Medis

Jika anda mengalami gejala gejala seperti yang telah disebutkan diatas, maka sebaikny anda langsung berkonsultasi dengan dokter. Dokter biasanya akan mendiagnosis lebih lanjut dengan cara mengambil contoh atau sample tinja, darah atau urin dan memeriksanya di lab. Selain dengan sample tersebut, sample lain yang bisa juga digunakan adalah cairan tulang belakang. Namun pengambilan sample cairan tulang belakan tersebut hanya dilakukan jika pemeriksaan dengan sample sebelumnya tidak menghasilkan hasil yang meyakinkan. Pemgambilan cairan tulang belakang juga jarang dilakukan karena membutuhkan waktu yang panjang dan dapat menimbulkan rasa sakit.

Setelah hasil tes keluar maka akan diketahui apakah anda mengidap tifus atau tidak dan doktet akan merekomendasikan penanganan yang tepat. Jika memang anda positif menderita penyakit tifus, maka ada baiknya untuk memeriksakan anggota keluarga anda yang lain yang sering berinteraksii dengan anda untuk mendeteksi sedini mungkin adanya penularan penyakit tifus. Pendeteksian dini dan penanganan yang tepat dapat menolong seseorang untuk segera sembuh dari Tifus.

Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Tifus: Perawatan di Rumah atau di Rumah Sakit?

Pada umumnya, penyakit Tifus dapat diobati dengan atibiotik. Lalu, dimanakah sebaiknya seorang pasien dirawat? Keputusan perawatan dan pengobatan di rumah sakit atau di rumah bergantung pada seberapa parah tifus yang dialami. Jika tifus masih masuk Dallam stadium awal, maka pengobatan di rumah dengan konsumsi antibiotik selama 1 – 2 minggu dapat dilakukan. Namun, jika tifus sudah masuk ke dalam stadium lanjut atau terlambat untuk didiagnosa, maka sebaiknya pengobatan dilakukan di rumah sakit.

Selain pengobatan, vaksinasi tifoid juga sudah menjadi salah satu imunisasi wajib yang digalakkan oleh pemerintah kita. Biasanya vaksin ini diberikan kepada anak anak dengan usia lebih dari dua tahun dan diulang setiap tiga tahun. Imunisasi tersebut diberikan dalam bentuk suntik untuk balita dan oral untuk anak anak dengan usia lebih dari 6 tahun. Memang vaksin ini tidak menjamin seseorang akan terbebas 100% dari penyakit Tifus, namun orang yang telah divaksin tifod tidak akan mengalami efek yang parah jika dibandingkan dengan mereka yang tidak divaksin saat menderita Tifus.

Selain untuk Balita, vaksin juga direkomendasikan untuk mereka yang ingin bepergian dan bekerja di daerah yang sedang dilanda kasus Tifus. Selain itu, cara pencegahan lainnya adalah dengan tidak mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak tertutup dengan baik.

Sekian bahasan saya tentang Penyakit Tifus semoga bermanfaat untuk semua.

Baca juga Artikel Kami yang Lainnya :

.

 

Related For Semua yang Harus Anda Ketahui Tentang Penyakit Tifus