Menu

Tanya Penyakit Panu: Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati Panu

2 Februari 2018 | Penyakit

Definisi Panu (Pityriasis Versicolor)

Panu atau dalam bahasa medisnya tinea versicolor atau pityriasis versicolor adalah suatu penyakit akibat infeksi jamur.  Panu biasanya ditandai dengan munculnya bercak-bercak pada kulit. Bercak ini bisa berwarna lebih terang atau lebih gelap dari warna kulit asli. Bahkan pada beberapa kasus, panu bisa berwarna merah atau merah muda. Penyakit panu tidak termasuk penyakit yang menular.  Tetapi bagi banyak orang, mengobati panu adalah hal yang wajib karena bisa menurunkan rasa percaya diri.

Penderita panu biasanya menderita bercak-bercak kulit yang bertambah lebar seiring waktu. Selain menyebabkan kulit berubah warna, panu juga menyebabkan kulit penderita terasa kasar dan gatal. Bagian tubuh yang paling sering menderita panu adalah perut, dada, punggung, leher dan lengan atas.  Oleh karena itu, penderita seringkali ingin mengobati panu dengan cepat.

Panu memang bukan penyakit yang membahayakan namun bisa mengurangi kepercayaan diri dari penderitanya jika dialami pada kulit yang tidak tertutup pakaian. Bisa juga penderita merasa terganggu dengan rasa gatal yang merupakan gejala dari panu. Secara umum, mengobati panu cukup mudah. Mengobati panu bisa dengan menjaga kebersihan kulit dan kelembabannya. Selain itu dapat juga membeli obat anti jamur yang dijual bebas di apotek. Jika panu tidak sembuh, atau semakin meluas dan disertai kemerahan sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter terdekat agar tidak kambuh lagi.

Penyebab Panu (Pityriasis Versicolor)

Salah satu jamur penyebab panu adalah Malassezia. Ini adalah jamur yang mengakibatkan terbentuknya panu. Jamur ini tidak diketemukan pada kulit manusia khususnya pada manusia yang telah berusia dewasa. Penyakit jamur ini menyebabkan terlihatnya bercak-bercak putih panu pada waktu perkembangbiakannya tidak lagi bisa teratasi. Mengobati panu harus dengan menghilangkan penyebabnya yaitu jamur Malassezia.

Kebersihan badan erat kaitannya dengan perkembangan jamur ini. Tetapi banyak aspek yang bisa menyebabkan kemunculan penyakit ini  yaitu

  • Memiliki kulit yang berminyak
  • Tinggal di daerah yang suhunya hangat
  • Usianya 20 an
  • Sering mengeluarkan keringat yang berlebihan
  • Memiliki imunitas atau kekebalan tubuh yang rendah
  • Pergantian hormon secara alami

Selain itu ada juga beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan terkena penyakit ini, antara lain :

1. Kontak dengan sinar UV sangat lama

Sinar matahari mengandung ultraviolet yang cukup tinggi. Ini bisa menyebabkan timbulnya panu di daerah muka. Panu pada muka terkadang membuat seseorang tidak percaya diri. Oleh karena itu, jangan lupa menggunakan sun block atau lotion yang mengandung spf.

2. Keringat yang berlebihan

Keluarnya keringan secara berlebihan bisa disebabkan oleh hormon. Keringat bisa keluar dari mana saja, pada tangan, kaki tubuh atau kulit kepala dan muka. Jika anda memiliki permasalahan ini segera tangani dengan cepat. Caranya yaitu dengan mengganti baju sesering mungkin dan juga jauhi makanan yang bisa menyebabkan keluarnya keringat secara berlebihan. Gunakan handuk kecil ketika melakukan aktifitas yang berlebih.

3. Kulit yang berminyak

Tidak hanya jerawat yang disebabkan oleh kulit yang berminyak. Panu juga bisa terjadi karena kulit yang berminyak. Alasannya adalah kelembaban kulit yang meningkat sehingga jamur mudah berkembang biak.

Tanda dan Gejala Panu (Pityriasis Versicolor)

Tanda utama seseorang yang terkena panu akan mengalami bercak yang berwarna putih, hitam kecoklatan, merah. Karena berbeda ini mengapa panu disebut versicolor atau beragam warna. Perubahan warna kulit ini terjadi dikarenakan jamur memakan dan merusak jaringan epitel kulit sehingga menyebabkan kematian jaringan kulit. Daerah yang baru terinfeksi jamur akan mengalami kemerahan atau pada tahap inflamasi. Pada bagian yang keratinnya sudah habis dimakan jamur akan nampak berwarna putih. Kulit yang terserang panu biasanya akan bersisik halus. Sisik ini, jika digaruk, akan memunculkan butiran kecil berwarna putih persis seperti bedak bayi. Hal ini dikarenakan keratin yang mengelupas. Dan gejala yang paling sering muncul dari seseorang yang menderita panu yaitu kulit akan terasa gatal ketika berkeringat.

Pengobatan Panu (Pityriasis Versicolor)

Mengobati panu paling ampuh yaitu dengan tablet anti jamur, shampo anti jamur dan cream anti jamur. Tablet anti jamur paling ampuh mengobati daripada cream atau shampoo anti jamur. Tetapi tablet anti jamur memiliki efek samping yang cukup tinggi. Maka dari itu pemberian obat anti jamur tablet harus disertai resep dan pengawasan dari dokter. Pasien sebaiknya juga membaca terlebih dahulu tata cara pengggunaan tablet anti jamur agar bisa membasmi jamur dengan lebih efisien. Tablet anti jamur biasanya mengandung efek samping yaitu sakit perut, mual atau muncul ruam pada kulit.

Penggunaan Cream Topikal anti jamur (Mikonazole / Ketokonazole) digunakan dengan cara dioles tipis dan sedikit melebar dari bercak putih. Tujuannya mencegah pertumbuhan jamur meluas ke jaringan kulit sekitar. Gunakan 2-3 kali sehari setelah mandi. Penggunaan biasanya 2-4 minggu. Walaupun bercak sudah mulai menghilang sebaiknya tetap dioleskan agar tidak muncul kembali. Karena jamur memiliki akar/hifa yang masih bisa tumbuh kembali jika pengobatan tidak tuntas.

Pencegahan Panu (Pityriasis Versicolor)

Untuk mencegah panu datang kembali, usahakan menjaga kebersihan tubuh misalnya hindari menggunakan handuk secara bergantian atau alat-alat mandi yang lain agar panu yang telah sembuh tidak tertular dari orang lain. Usahakan untuk mandi minimal 2 kali sehari.

Mengganti pakaian luar dan pakaian dalam setiap hari adalah hal yang wajib dilakukan. Gunakan deterjen dan jemur pakaian hingga benar benar kering.

Demikianlah bahasan kami tentang apa itu penyakit Panu/ Pityriasis Versicolor dan bagaimana cara mengobatinya Panu / Pytiriasis Versicolor. Semoga bermanfaat!

Baca juga artikel kami yang lainnya :

Semua yang harus anda ketahui tentang penyakit tifus

Penyebab Gagal Ginjal Kronis

Related For Tanya Penyakit Panu: Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati Panu