Menu

Tanya Penyakit : Scabies (Kudis)

11 Maret 2018 | Penyakit

Mengenal Scabies (Kudis) – Apakah dikeluarga anda ada yang mengalami gatal-gatal berkepanjangan? Atau ada yang memiliki keluarga tetapi lebih dari satu anggota keluarga mengalami gatal? Eits, jangan berpikir ini merupakan alergi dahulu. Ternyata manusia memiliki kutu juga yang dapat “menumpang hidup” di kulit kita. Kutu tersebut secara ilmiah disebut dengan Sarcoptei Scabiei. Kutu ini sering tinggal di pemukiman yang padat penduduk ataupun pada daerah kamar yang lembab. Penyebarannya yang begitu cepat tentu sangat menakutkan. Sebelum mengetahui cara pengobatan dan pencegahannya sebaiknya simak dulu apa itu Scabies atau yang sering disebut Kudis.

Definisi Scabies (Kudis)

Scabies atau dikenal dengan nama kudis merupakan kondisi dimana kulit merasa gatal karena tungau yang bernama Sarcoptes Scabiei. Tungau ini nantinya masuk ke dalam kulit untuk bertelur dan ini menyebabkan kulit terasa gatal di area tersebut karena reaksi alergi. Pada malam hari, rasa gatal ini semakin dirasakan.

Tungau bisa menimbulkan keropeng. Ukuran tungau yang sangat kecil hanya bisa dilihat dengan alat bantu, tidak dengan mata telanjang. Tungau tersebut berukuran sangat kecil sehingga bisa bertahan di dalam kulit sampai dua bulan lamanya. Kudis sering dianggap sebagai penyakit menular karena bisa menyebar dengan mudah melalui kontak fisik.

Kudis sangat umum terjadi pada negara-negara yang sedang berkembang. Kudis sangat jarang terjadi pada negara-negara maju. Di negara berkembang, anak-anak dan lansia adalah kelompok yang sangat rentan terkena penyakit kulit ini.

Mengobati gatal kudis

Penyebab Scabies (Kudis)

Penyebab dari penyakit kudis ini adalah tungau yang bernama Sarcoptes scabiei.  Tungau-tungau ini akan menggali liang yang berada di bawah epidermis. Daerah yang dihuni tungau tersebut akan terasa gatal khususnya pada malam hari ketika suhu tubuh lebih hangat. Rasa gatal ini akan membentuk ruam pada akhirnya. Mengapa bisa timbul rasa gatal? Karena reaksi alergi tubuh terhadap feses dan protein dari tungau. Oleh karena itu, gejala bisa tersisa sampai beberapa lama bahkan setelah tungau-tungau itu dibasmi.

Ruam tempat tungau bersarang biasanya muncul pada ketiak, sela-sela jari, ketiak, siku, pergelangan tangan, sekitar puting susu, telapak tangan dan kaki. Di samping itu bisa juga muncul pada pantat, lutut, selangkangan dan kelamin.

Pada bayi, bagian tubuh yang biasanya mengalami kudis atau skabies yaitu wajah, leher dan kulit kepala.

Penularan karena tungau bisa menjadi penyebab orang lain terserang scabies atau kudis. Jika anda kontak fisik atau berbagai pakaian atau spresi dengan orang yang sudah terinfeksi scabies, maka anda bisa saja mengalami penyakit tersebut.

Resiko dari scabies atau kudis akan meningkat bila imunitas menurun, menggunakan steroid atau obat-obatan tertentu untuk rematik arthritis, kontak kulit langsung dengan orang yang terinfeksi, dan sedang/tengah menjalani kemoterapi.

Tanda dan Gejala Scabies (Kudis)

Setelah tungau penyebab Scabies muncul pada permukaan kulit, gejala penyakit umumnya dirasakan 6 minggu kemudian. Jika dulunya anda terkena penyakit Scabies, maka anda bisa terjangkit penyakit ini lagi atau kambuh.

Tanda dan gejala dari kudis yaitu

  • Pruritus Nokturna : Gatal luar biasa dan ruam, semakin parah pada malam hari
  • Penyakit ini menyerang manusia secara berkelompok. Jadi biasanya dalam satu keluarga ada beberapa orang yang memiliki gejala serupa.
  • Adanya Kunikulus : Jejak berbentuk seperti galian dan tidak tertatur
  • Kulit melepuh dan ada benjolan seperti jerawat yang berukuran kecil atau berubah warna
  • Pada Scabies jenis Norwegia, kudis akan mengeras disertai dengan kerak tebal yang mengandung ribuan tengu dan telur.
  • Kerak yang mudah terkelupas, berwarna abu-abu dan menebal.

Pengobatan Scabies (Kudis)

Dokter biasanya akan memberikan obat dalam bentuk krim atau losion pada penderita kudis. Obat-obatan tersebut mengandung insektisida untuk membunuh tungau yang menyebabkan  kudis. Obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengobati scabies (kudis) antara lain : Belerang endap (Sulfur presipitatum), Emulsi Benzil-benzoas, Gama Benzena Heksa Klorida (Gameksan), Krotamiton, atau Permetrin. Obat-obatan untuk mengatasi kudis biasanya dioleskan pada ruam dimana scabies diderita.  Obat yang sudah dioleskan ini didiamkan minimal 8 jam (malam hari selama tidur).

Sebelum mengoleskan obat, pastikan terlebih dahulu kulit anda kering. Sebaiknya jangan mengoleskan obat ketika suhu kulit masih hangat misalnya setelah mandi air hangat karena obat oles akan lebih cepat meresap ke dalam tubuh sebelum menyerang sarang-sarang tungau.

Untuk mengatasi rasa gatal karena kudis, dokter juga memberikan sejumlah obat lain yaitu

  • Krim atau gel mentol
  • Krim steroid ringan
  • Antihistamin oral

Penggunaan obat obat diatas harus dengan petunjuk dokter ya, penggunaan insektisidal atau obat yang bertujuan membunuh serangga dapat menimbulkan efek samping jika pemakaiannya kurang tepat.

Pencegahan Scabies (Kudis)

Pencegahan dilakukan ketika salah satu orang sekitar kita memiliki gejala atau dicurigai menderita scabies (kudis). Karena tungau ini mudah sekali menular, ada beberapa hal yang wajib dilakukan :

  1. Menjaga Kebersihan diri dengan mandi secara teratur.
  2. Tidak menggunakan handuk secara bersama sama dengan anggota keluarga lainya.
  3. Cuci lah baju sebersih mungkin, jika ada keluarga yang menderita Scabies (Kudis) sebaiknya pakaiannya direndam air hangat dahulu agar tungau mati.
  4. Jemur tempat tidur/ kasur dan juga cuci sprai dan sarung bantal dengan air hangat.

Demikianlah pembahasan kita hari ini tentang penyakit Scabies (Kudis), Kita telah mempelajari apa itu penyakit scabies (kudis), Bagaimana pengobatan Scabies (Kudis) dan Cara mencegah penyakit Scabies (Kudis). Semoga bermanfaat selalu.

Baca juga artikel kami yang lainya:

Related For Tanya Penyakit : Scabies (Kudis)